KURIKULUM PRAJAB CPNS HARUS TEPAT

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan pihaknya bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) harus memperbaiki kurikulum serta training atau pelatihan yang akan diberikan pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 dalam masa pra jabatan. Karena memang para CPNS yang akan mengabdi pada negara tersebut merupakan orang orang yang lolos berkompetisi dengan yang lain, atau merupakan orang orang terpilih.

“Nanti untuk pra jabatan sebelum menjadi PNS harus juga diperhatikan kurikulum serta model trainingnya. Karena ini adalah orang orang pilihan, dari sekian banyak yang ikut mendaftar hanya beberapa saja yang lolos,” ujarnya saat melakukan Rapat Kerja dengan LAN, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (16/01).

Dikatakannya bahwa sistem rekruitment CPNS saat ini sudah semakin baik, terbukti dengan antusiasme masyarakat yang mendaftar mencapai jutaan. Hal tersebut harus diimbangi dengan pembekalan materi dalam pra jabatan yang lebih baik lagi, sehingga apa yang didapatkan selama masa pra jabatan dapat diterapkan kedalam pekerjaan yang akan diemban.

Menurutnya orang orang pilihan tersebut tidak boleh diberi training dengan sembarangan, karena para CPNS tersebut orang yang memiliki kemampuan diatas rata rata sehingga tidak boleh salah sentuh. Diharapkan dengan upaya tersebut dapat menghasilkan ASN yang profesional dan berintegrigas sehingga membawa bangsa kearah yang semakin baik.

Selain itu dalam rapat kerja tersebut Menteri Asman juga meminta agar LAN dapat lebih dalam menggali fungsi dari instansi tersebut. Seperti menyelenggarakan pelatihan bagi ASN menjadi lebih menarik, sehingga para pegawai yang ikut pelatihan tidak ikut karena terpaksa namun karena membutuhkan pendidikan yang didapat dalam pelatihan tersebut.

Dalam Rapat Kerja tersebut Kepala LAN Adi Suryanto menyampaikan program yang akan dijalankan di tahun 2018, dimana salah satunya adalah pembangunan kampus asn. Menurutnya pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri PANRB yang ingin tempat menimba ilmu dan mengembangkan kompetensi bagi ASN lebih modern.

Selain itu dikatakannya bahwa kedepan pihaknya akan melibatkan pakar dan CEO dari berbagai perusahaan untuk memberikan materi dan pembekaln terhadap para peserta pelatihan. Dengan demikian diharapkan dapat melahirkan ASN yang memiliki kemampuan dibidangnya masing masing.

Memasuki tahun 2018, Kementerian PANRB melalukan rapat kerja bersama instansi paguyuban yang terdiri dari LAN, BKN, BPKP, ANRI, dan KASN. Upaya tersebut dalam rangka konsolidasi rencana kerja tahun 2018 di masing masing instansi paguyuban. Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh para Kepala/Ketua lembaga beserta pejabat, dan para Deputi, Staf Ahli, dan Staf Khusus di Kementerian PANRB. (byu/HUMASMENPANRB)

Sumber : https://www.menpan.go.id

Berita ini dibuat oleh Bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya.

Profil Pimpinan / Pejabat

WILAYAH HUKUM PT TUN SURABAYA