Terlalu Lama ? Tutup Langsung
Website Resmi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya

MAHKAMAH AGUNG RI MENGEMBANGKAN MANAJEMEN ANTI SUAP

Maluku Utara – Humas, Tanggal 20 Nopember 2017 Ketua Kamar Pengawasan YM. Bapak Dr. H. Sunarto, SH. M.Hum, YM. Bapak Dr. Ibrahim, S.H., M.H., LLM., YM. Ibu Maria Anna Samiyati, S.H., M.H. Memberikan materi dalam Consulting Dalam Rangka Rapat Koordinasi Peningkatan Pengawasan 4 Lingkungan Peradilan Se Wilayah Maluku Utara, Tanggal 17-18 Nopember 2017. Ketua Kamar Pengawasan menyampaikan bahwa Mahkamah Agung saat ini sedang  mengembangkan menajemen anti suap dan anti KKN sebagai upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung akan terus menerus meningkatkan upaya pengawasan dan pembinaan sebagai strategi melakukan penyadaran dan meningkatkan integritas serta menumbuhkan budaya malu, karena rasa malu merupakan ciri kesempurnaan akhlaq aparatur.  Harga  diri manusia terletak pada memiliki rasa malu.

Membangun kepercayaan public sangat penting dilakukan yang diawali dengan  merubah budaya kerja  (culture set). Diharapkan perubahan budaya kerja tumbuh dari dalam pikiran diri sendiri (mindset),  yang berkomitmen meninggalkan perbuatan tercela dan melakukan perbuatan yang terpuji. Mengubah budaya kerja yang dimulai dari mengubah pikiran dirinya sendiri akan  melahirkan ethos kerja yang tinggi.

Pengawasan yang didalamnya juga menyampaikan materi pembinaan , dipandu oleh Bapak Aviantara, S.H., M.H. Inspektur Wilayah IV Badan Pengawasan Mahkamah Agung mendapatkan respon positif dari para peserta, yaitu para Panitera dan Sekretaris diwilayah hukum Maluku Utara. Dalam kesempatan ini Dr. H. Sunarto, S.H., M.Hum. Juga menyampaikan pentingnya keteladanan atau role model. Pimpinan ideal harus mampu menjadi dan memberikan keteladanan yang baik.

Pimpinan Mahkamah Agung masih menganggap penting melakukan pengawasan dan didalammya juga melakukan pembinaan secara langsung. Ibu Maria Anna Samiyati  mengingatkan, bahwa pengadilan merupakan lembaga pelayanan, maka semua aparat pengadilan harus sadar, bahwa dirinya bekerja untuk melayani dan bukan minta dilayani. Sementara Dr. Ibrahim, S.H., M.H., LLM. menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan upaya silaturahmi. Silaturahmi merupakan upaya menyambung satu kesatuan rasa dari Mahkamah Agung sampai ke Pengadilan Tingkat Pertama. Semua aparatur wajib saling mengingatkan agar berbuat baik serta senantiasa bersabar.

Dalam  upaya mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang diharapkan, kreterianya harus jelas, antara lain memiliki integritas moral yang tinggi, jujur, arif dan bijaksana dan mandiri. Sifat-sifat tersebut merupakan watak dan jiwa pembawaan dari lahir. Sifat-sifat tersebut dikelola dengan baik maka akan melahirkan sikap yang mulia dan diharapkan ; antara lain adil, disiplin, tanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, rendah hati dan profesional.

Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI.

Sumber : https://www.mahkamahagung.go.id

Berita ini dibuat oleh Bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya.

WILAYAH HUKUM PT TUN SURABAYA