Terlalu Lama ? Tutup Langsung
Website Resmi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya

PERUBAHAN PELAYANAN, PERCEPAT DIGITALISASI PERPUSTAKAAN

JAKARTA – Pesatnya teknologi informasi tidak bisa dibendung,tetapi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu menyesuaikan diri. Demikian juga dengan insan perpustakaan yang selama ini lebih dekat dengan susunan buku-buku, harus bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat, yang sudah sangat akrab dengan teknologi informasi.

“Perpustakaan juga harus menerapkan teknologi informasi  kalau tidak mau ditinggalkan pembacanya,” ujar Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Teguh Widjinarko saat membuka acara Workshop E-Library di Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (16/11).

Perkembangan teknologi informasi yang telah banyak mengubah karakter pengguna perpustakaan dapat dilihat dari adanya pergeseran layanan perpustakaan dari manual ke elektronik (e-library). Tantangan baru teknologi informasi khususnya untuk para penyedia informasi adalah bagaimana menyalurkan informasi dengan cepat, tepat dan global. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang keberadaannya sangat penting di dunia informasi, mau tidak mau harus memikirkan kembali bentuk yang tepat dalan menjawab tantangan ini.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI Ofy Sofiana mengatakan hal serupa. Walaupun diakui, keberadaan buku tidak bisa tergantikan, namun teknologi juga tidak bisa dihindari. Untuk itu, perlu didorong untuk dibangun perpustakaan digital. “Intinya perpustakaan digital ini memudahkan masyarakat untuk mengakses. Jadi masyarakat bisa mengakses dimanapun berada,” ujarnya.

Saat ini, perguruan tinggi adalah instansi yang paling tinggi menerapkan perpustakaan digital. “Kalau instansi pemerintah masih 40%,” jelasnya.

Menurutnya, komitmen pimpinan dan kesiapan membangun infrastruktur adalah hal utama yang dapat mewujudkan perpustakaan digital. “Tetapi dengan kemajuan teknologi, di tahun 2018-2019 perpustakaan-perpustakaan akan berlomba-lomba membangun perpustakaan digital,” katanya.

Salah satu peserta yang hadir dalam workshop, Kepala Bagian Pengelola Perpustakaan Setwapres Soaduon Hasibuan, mengatakan bahwa sangat senang hadir dalam workshop tersebut. “Pada acara ini saya terbuka mata bahwa perpustakaan digital itu memang harus. Jadi para petugas harus meningkatkan kemampuan pribadi,” ujarnya. (rr/HUMAS MENPANRB)

Sumber : https://www.menpan.go.id/

Berita ini dibuat oleh Bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya.

WILAYAH HUKUM PT TUN SURABAYA